Sunday, October 5, 2008

Empal Blado à la Sparklingcosmic


Yah beginilah, maunya sih selalu masak makan makanan Indonesia, tapi kenapa ya, saya akhir-akhir ini kurang bergairah memasak, dan makanan Indonesia butuh kesabaran dan energi banget khan.

Intip punya intip di tempatnya Deetha, ya dapet deh tuh ide untuk bikin blado (kebujuk sama kata-kata di blognya yang bilang: GAMPANG!!...hehehe) padahal, saya dari kecil (sekarang sih udah nggak), benci banget sama masakan ini. Kalau ibu udah bilang: hari ini menunya belado, uhhh... rasanya langsung pengen mogok makan (saya emang paling susah makan waktu kecil, ampun deh, bikin ibu dan para pengasuh gregetan). Tapi semenjak di Perancis, emang masakan Indonesia apa aja doyan!

Tapi malas masih melanda, maka saya pun pakai sambal lampung andalan saya yang saya simpan di botol, untuk cabenya. Dan karena ceritanya saya adalah Loro Jonggrang Perancis (duleile) yang tinggal tunjuk, saya pun mengerahkan raksasa gorilla untuk memotong bawang dan mengiris daging, agar tugas segera selesai, trus kita bisa makan bareng, dan saya pun bisa tenang lagi nongkrong di depan komputer, hehe (maklum Loro Jonggrang yang ini emang maniak komputer -kalau Loro Jonggrang jaman Prambanan maniaknya apaan ya? Yang jelas bukan cowok gede superpower). Yah, masih untung deh si Loro Jonggrang, daripada Dayang Sumbi, yang mau ngawinin adalah anaknya sendiri (heheh.. oedipus compleks udah dikenal dari jaman dulu yeee).

Anyway, cara banyak yang saya karang sendiri. Soalnya saya gak pakai rebus-rebusan, males banget, karena udah lapar, hajar bleh. Dan blado yang saya bikin, ini blado kering, karena saya matangin sampai garing, dan saya pun gak pakai tumbuk-tumbuk lagi. Bawang diiris tipis saja, males ngegerusnya, males banyak cucian, dan pokoknya malaaaaaaaasssssssssss.....

Bahan:
  • 500 gram daging sapi muda (saya pakai veau, yah empuk-empuk gitu lah)
  • 1 sdm (atau lebih) sambal lampung
  • 2 bawang merah ukuran besar, iris tipis
  • 1 siung bawang putih, geprak kemudian diiris tipis
  • Garam
  • Merica
  • air jeruk nipis dari 1/4 buah jeruk nipis
  • minyak goreng banyak

Cara:
  1. Iris tipis daging, kemudian goreng kering dalam minyak banyak (saya pakai friteusse, jadinya praktis dan dapet tuh garingnya). Tiriskan, sisihkan.
  2. Tuangkan satu sdm minyak goreng ke wajan panas, masukkan sambal lampung dan bawang-bawang, garam dan merica. Tuangkan air jeruk nipis, aduk rata. Matikan api.
  3. Aduk rata empal dengan cabai.
  4. Hidangkan.

By the way, dengan menggunakan konsep yang sama, yaitu ikan asin dicampur dengan tumisan sambal terasi + bawang merah + tomat potong-potong + garam + merica + gula sedikit + daun jeruk + bubuk lengkuas =
Sambal ikan asin!!!

Share:

Related Posts:

0 comments: